
Di sebuah kota kecil yang jarang dikunjungi, terdapat lorong rahasia yang hampir tak pernah dilewati orang. Di ujung lorong itu, berdiri sebuah pintu tua berwarna biru, dengan ukiran yang begitu rumit seolah menyimpan kisah dari masa lalu.
Tak ada yang tahu siapa pemilik pintu itu. Orang-orang hanya tahu bahwa sejak dulu, pintu itu selalu tertutup rapat. Namun, setiap malam, bisikan lembut kerap terdengar dari baliknya, membuat warga sekitar merasa penasaran sekaligus takut.
Suatu hari, seorang gadis bernama Saira, yang baru saja pindah ke kota itu, melihat pintu biru tersebut saat berjalan pulang dari sekolah. Matanya terpaku pada ukiran-ukiran di kayunya. Tanpa sadar, tangannya terangkat dan menyentuh permukaannya. Seketika, sebuah suara berbisik di telinganya, “Jika kau ingin tahu rahasia, bukalah pintu ini.”
Saira ragu, namun rasa penasaran mengalahkan ketakutannya. Dengan perlahan, ia memutar gagang pintu yang ternyata tidak terkunci. Saat pintu terbuka, cahaya keemasan menyeruak keluar, menyingkap sebuah dunia lain yang tidak pernah ia bayangkan.
Di dalamnya, ada sebuah taman yang penuh dengan pohon-pohon berkilauan, sungai yang airnya sebening kristal, dan langit yang lebih biru dari yang pernah ia lihat. Namun, yang paling mengejutkan adalah seorang wanita tua dengan jubah ungu yang tersenyum padanya.
“Saira, kau akhirnya datang,” kata wanita itu lembut. “Kau adalah penjaga berikutnya. Pintu ini bukan sekadar pintu, melainkan gerbang ke dunia yang terlupakan. Hanya orang yang memiliki hati murni yang bisa membukanya.”
Saira menatap wanita itu dengan bingung. “Penjaga? Dunia apa ini?”
Wanita itu tersenyum. “Dunia di mana kenangan lama disimpan, di mana harapan yang hilang kembali ditemukan. Dan kau, Saira, memiliki tugas besar untuk menjaga keseimbangan di antara dunia ini dan dunia manusia.”
Saira menelan ludah. Ini terlalu besar untuk dipahami dalam sekejap. Namun, jauh di dalam hatinya, ia tahu bahwa hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Sejak saat itu, pintu biru di ujung lorong tidak lagi sekadar misteri, melainkan permulaan sebuah petualangan baru yang akan mengubah segalanya.
0 Comments